Demikian dinyatakan juru bicara Presiden SBY, Dino Pattidjalal usai menerima Eminent Person Group (EPG) atau kelompok pakar Indonesia-Malaysia di Kantor Presiden, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Senin (2/2/2009).
Dari Indonesia, EPG terdiri dari 6 orang yang diketuai mantan Wapres Try Sutrisno. Salah satu hal paling krusial dalam rekomendasi yang disampaikan adalah mengenai pemahaman sejarah kedua negara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dino menambahkan, dalam laporan yang disampaikan, pertemuan bilateral pemimpin negara akan diadakan pada Maret 2009. Pertemuan itu diadakan untuk menyampaikan rekomendasi pakar kedua negara. Selain tentang diskusi kesejarahan, masalah lain yang ditekankan pada rekomendasi EPG adalah masalah tenaga kerja Indonesia (TKI). Akan ditekankan penyelesaian masalah TKI kedua negara yang lebih efektif.
"Ada sensitivitas di kedua negara soal TKI. Ini kepentingan kedua belah pihak. Malaysia memerlukan tenaga kerja dari luar. Masalah-masalah politik sosial yang sering timbul di kedua negara adalah masalah TKI dan ini menjadi agenda utama dari pemerintah SBY," imbuh Dino.
Selebihnya, lanjut Dino, Presiden SBY puas atas kinerja EPG.
(nwk/irw)











































