"Sama,"ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Zulkarnain saat ditanya apakah Evi dan Debi adalah orang yang sama.
Zulkarnain ditemui di ruang kerjanya di Polda Metro Jaya, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Senin (2/2/2009).
Menurut Zulkarnain, pada 1998, Evi Darlina Boru Bukit diantar oleh ibunya ke Riau untuk mencari kerja. Namun setelah itu dia menghilang. "Di Jakarta, Evi mengaku sebagai Cut Debika alias Debi," jelas Zulkarnain.
Zulkarnain menyebut, identitas nama sebenarnya korban terkuak setelah keluarga Evi di Brastagi, Medan, mendatangi polisi.
Adanya pengakuan keluarga tidak membuat polisi serta merta percaya sehingga dilakukanlah tes DNA. "Setelah dicocokkan, ternyata dia memang Evi asal Brastagi, Medan," tandasnya.
Jenazah Evi ditemukan dalam koper Polo Classic di jalan tol Priok KM 12.800 pada Minggu 18 Januari. Evi ditemukan dalam keadaan tanpa busana dengan dibungkus seprei.
Hasil otopsi menunjukkan adanya pencekikan yang menyebabkan korban tak bisa bernafas.
(nik/nrl)











































