"3 Sukhoi lagi akan didatangkan Agustus 2009 untuk melengkapi jumlah yang harus dimiliki sebuah skuadron yakni 10 buah," ujar Sekjen Departemen Pertahanan (Dephan) Letjen Sjafrie Sjamsoeddin di sela-sela acara serah terima 3 Sukhoi di Lanud Hasanuddin, Senin (2/2/2009).
Sjafrie menjelaskan, pengadaan 6 Sukhoi ini berdasarkan perjanjian pinjaman (loan agreement) senilai US $ 300 juta atau Rp 2,85 triliun. Enam pesawat itu terdiri atas tiga SU-30 MK2 dan tiga SU-27 SKM. Pesawat-pesawat canggih ini akan melengkapi empat pesawat Sukhoi yang sudah dimiliki TNI-AU sejak September 2003.
Di tempat yang sama, Duta Besar Rusia untuk Indonesia Alexander Ivanov menegaskan, pengiriman 3 Sukhoi ini adalah kerjasama yang saling menguntungkan. Dia membantah hal ini bagian dari diplomasi militer Rusia dan Indonesia.
"Ini murni kerjasama yang saling menguntungkan. Proses pengadaan Sukhoi ini menjadi bukti bahwa Rusia adalah mitra kerjasama Indonesia yang dapat diandalkan," ungkap Ivanov.
Ivanov menambahkan, masalah perawatan pesawat Sukhoi ini juga tidak perlu dikhawatirkan. Sebab hal tersebut sudah termasuk dalam kontrak kerjasama kedua belah pihak.
Acara serah terima 3 Sukhoi itu juga dihadiri oleh sejumlah undangan antara lain anggota Komisi I DPR Permadi dan Duta Besar Indonesia untuk Rusia Hamid Awaludin. Usai penandatanganan dokumen serah terima, dilakukan
peninjauan langsung ke 7Â Sukhoi di Lanud Hasanuddin tersebut.
(mna/djo)











































