Menyusul serangan roket dan mortir tersebut, pesawat-pesawat tempur Israel membombardir enam terowongan dan sebuah lokasi Hamas di Gaza utara. Tidak ada korban dilaporkan dari pengeboman Israel itu.
"Jika ada penembakan ke penduduk di selatan, maka akan ada respons Israel yang keras dan tidak proporsional sifatnya," tegas PM Olmert pada Kabinet Israel seperti dilansir News.com.au, Senin (2/2/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hamas mengklaim tidak bertanggung jawab atas serangan-serangan baru tersebut. Kelompok militan yang lebih kecil telah mengklaim serangan tersebut. Namun menurut Israel, Hamas yang menguasai Gaza sejak Juni 2007, bertanggung jawab atas semua serangan yang berasal dari Gaza.
Sejak gencatan senjata tak resmi yang mengakhiri agresi Israel ke Gaza dua pekan lalu, serangan roket dan tembakan mortir dari Gaza terhadap Israel kembali terjadi. Israel pun membalas. Israel sempat melakukan gempuran darat dan pengeboman terowongan-terowongan di Gaza juga kembali diintensifkan.
Sebelumnya pada 27 Desember 2008 lalu Israel melancarkan agresi mematikannya ke Gaza. Agresi yang berlangsung selama 22 hari itu menewaskan hampir 1.300 warga Palestina. (ita/iy)










































