Berdasarkan pantauan detikcom, 1 blok pabrik tersebut rata dengan tanah. Rangka baja bangunan yang sebelumnya tegak, kini hangus dan melengkung akibat panas api yang timbul.
Selain itu, barang-barang dalam pabrik juga ludes terbakar. Berbagai bahan kimia pembuat peralatan rumah tangga yang berada di dalam bangunan, diduga turut mempercepat proses kebakaran.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Rumah saya dekat pabrik," ujarnya kepada detikcom, Minggu (1/2/2009).
Mulyadi juga menuturkan, kebakaran yang terjadi mulai sore ini bukan yang pertama kalinya. Pada tanggal 30 Agustus 2008, fasilitas produksi lain dari perusahaan yang sama di Kawasan Industri Sentul pernah terbakar.
"Tapi bloknya beda," pungkasnya.
Hingga pukul 20.30 WIB, belum ada pihak yang menyatakan penyebab kebakaran tersebut. Saat dimintai konfirmasi, pihak PT Napoli, sebagai induk pabrik yang terbakar belum bisa memberi keterangan. (mad/lh)











































