"Saat ini kapal tersebut dibawa ke pesisir laut Somalia. Tidak ada komunikasi lebih lanjut hingga saat ini," ujar manajer kapal Bernard Schulte sebagaimana dilansir Maritime Global Net, Jumat (30/1/2009).
Kapal tersebut sebetulnya dikawal oleh kapal perang dari India. Namun kapal tersebut tidak berhasil meredam serangan para pembajak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Schulte berjanji akan bekerja sama dengan berbagai pihak untuk menyelesaikan masalah ini. Namun ia juga meyakini, untuk mewujudkan hal itu tidaklah mudah.
"Insiden ini bisa menjadi gambaran betapa berbahaya kondisi keamanan di teluk Aden. Dibutuhkan usaha yang keras bagi kekuatan angkatan laut internasional dalam mengamankan wilayah tersebut," pungkasnya.
Sebelumnya, 11 ABK asal Indonesia juga masih disandera oleh bajak laut Somalia. Mereka merupakan ABK sebuah kapal milik perusahaan di Malaysia. (mad/nrl)










































