"Sangat setuju dengan rencana itu. Itu menguntungkan bagi siapa pun. Paspor hijau diakui bisa dijadikan alat kontrol berapa kali kita pernah naik haji," ujar Ketua Forum Reformasi Haji Ade Marfudin.
Ade mengatakan, pemerintah Saudi sudah mentolerir paspor hijau sejak 2 tahun lalu. Semestinya pada tahun haji saat ini pemerintah sudah siap memberlakukan paspor hijau.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keuntungan paspor coklat yakni murah harganya yaitu Rp 9 ribu, hanya 16 lembar, bisa disobek sebagai alat deteksi di Saudi saat kedatangan, kepulangan, dan praktis. Jamaah tidak memegang paspor, hanya pegang saat di pesawat. Yang pegang paspor panita haji Arab Saudi. Nanti di sana paspor ditukar.
Kerugian, paspor hanya digunakan sekali yakni saat naik haji satu kali.
Sedangkan keuntungan paspor hijau yakni paspor digunakan seumur hidup. Pemerintah dapat mengontrol siapa yang sudah melaksanakan ibadah haji.
Kerugiannya bagi panitia akan mempersulit kebiasaan menyobek sebagai alat pengecekan. "Ini masih sangat bisa kita eliminasi, asal informasi ini sudah sampai di masyarakat. Masyarakat diberitahu jauh hari," tandasnya.
(nik/nrl)











































