Adalah Neelam Chauhan yang menjadikan penyewaan rahim sebagai profesinya. Wanita India berusia 34 tahun itu akan segera melahirkan untuk kelima kalinya. Namun dari lima kehamilan itu, hanya dua yang merupakan bayi kandungnya sendiri. Sisanya adalah anak orang lain yang dititipkan dalam rahimnya demi uang.
Chauhan yang berasal dari pinggiran New Delhi itu merupakan bagian dari industri penyewaan rahim yang meledak di India. Janda beranak dua itu telah melakukan tiga penyewaan rahim dalam lima tahun terakhir. Alasannya, karena masalah keuangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Chauhan dibayar US$ 2.400 (sekitar Rp 27 juta) untuk penyewaan rahimnya yang pertama. Uang itu digunakannya untuk melunasi utang-utang setelah bercerai dari suaminya. Untuk penyewaan rahim kedua kali, Chauhan dibayar US$ 6.060 (sekitar Rp 68,8 juta) dan bonus besar yang digunakannya untuk membeli sebuah rumah.
Tahun ini Chauhan akan mendapatkan bayaran senilai US$ 10.500 (sekitar Rp 119 juta) untuk penyewaan rahim ketiga yang dilakukannya. Uang tersebut sebagian besar rencananya akan dipakai Chauhan untuk dana pendidikan dua anak laki-lakinya, Pankaj (12) dan Shivam (10).
Lemahnya aturan hukum, murahnya biaya medis dan banyaknya wanita-wanita penyewa rahim telah menjadikan India terdepan dalam industri penyewaan rahim.
Sejak krisis ekonomi global tahun 2008 lalu, jumlah wanita India yang menyewakan rahimnya terus meningkat. Memang tidak ada angka resmi, namun diperkirakan ratusan bayi dilahirkan setiap tahun di India lewat praktek penyewaan rahim.
Mereka yang menyewakan rahimnya tidak melulu dari golongan miskin. Bahkan belakangan banyak wanita kelas menengah yang menyewakan rahim karena ingin membiayai gaya hidup keluarga mereka.
"Kami sekarang kedatangan lebih banyak penyewa rahim yang cukup berpendidikan," kata Dr Anoop Gupta, pemilik Delhi-IVF, klinik yang memfasilitasi kehamilan Chauhan.
"Kerap kali para wanita datang bersama suami mereka untuk mencari tahu soal penyewaan rahim, dan mengatakan mereka ingin menggunakan uang tersebut untuk membeli mobil atau menambah interior rumah," imbuh Dr Gupta.
Dikatakan Dr Gupta, dirinya kadang-kadang mendapatkan 20 email sehari dari pasangan di seluruh dunia yang penasaran dengan penyewaan rahim.Β (ita/ita)











































