Hingga Sabtu (31/1/2009), kemacetan yang telah terjadi sejak malam itu belum juga terurai. Kemacetan terjadi akibat meluapnya anak Bengawan Solo di Grompol, Sragen. Air meluap hingga ketinggian satu meter dari dasar jalan. Kondisi ini tidak memungkinkan kendaraan untuk melewatinya.
Akibatnya ratusan kendaraan dari arah Jawa Timur maupun arah Jawa Tengah terjebak kemacetan di ruas jalan tersebut. Panjang kemacetan hingga ratusan meter karena luapan air telah terjadi sejak Jumat malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hujan yang mengguyur kawasan hulu Bengawan Solo sejak Jumat Siang hingga Sabtu dinihari juga mengakibatkan luapan air menggenangi kawasan penduduk. Tidak kurang dari 2.000 warga di Kecamatan Masaran, Sidoharjo dan Sragen Kota diungsikan di tempat-tempat aman.
Masjid, gedung sekolah, dan balai desa serta bangunan-bangunan yang berada di lokasi yang lebih tinggi menjadi tujuan untuk evakuasi warga.
Tidak hanya di Sragen, di Solo luapan Bengawan Solo juga menggenangi rumah warga di sekitar aliran utama sungai. Ketinggian air di pintu air Jurug hingga pukul 05.00 WIB mencapai 1.008 cm atau di atas normal. Ketinggian normal maksimal di pintu air tersebut adalah 850 cm.
Hingga pagi ini ratusan warga di Kampung Pucangsawit, Sewu, Ngemingan, Beton, Sangkrah dan perkampungan di sekitar Bengawan Solo terpaksa meninggalkan rumah untuk mengungsi. (mbr/sho)











































