Jakarta - Agus Imam Solichin, pimpinan aliran Satrio Piningit Weteng Buwono, tepat pukul 23.15 WIB dibawa polisi dari Mapolres Jakarta Selatan ke padepokannya di Kebagusan II, Jakarta Selatan. Guna menghindari bidikan kamera wartawan, Agus menutup muka dan kepalanya dengan handuk putih tanpa mengucap sepatah katapun.
"Agus...Kenapa di tutup mukanya," teriak wartawan di Mapolres Jaksel, Jalan Wijaya II, Jaksel, Jumat (30/1/2009).
Agus mengenakan kaos pendek warna biru dengan celana panjang warna hitam dan sandal jepit. Tak ada kesan keanggunan sama sekali dari orang yang mengaku sebagai titisan Soekarno dan Tuhan ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terkait penyidikan Agus, Kapolres Jakarta Selatan Kombes Pol Chairul Anwar mengaku harus berhati-hati mengingat kasus ini menyangkut isu SARA. Terlebih, Agus tak meninggalkan jejak tertulis seperti kitab atau pamflet. "Alat bukti itu masih kita kejar," terangnya.
(asp/sho)