Satpam Dianiaya, Perampok Bersenpi Sikat Rp 1,8 Miliar

Satpam Dianiaya, Perampok Bersenpi Sikat Rp 1,8 Miliar

- detikNews
Jumat, 30 Jan 2009 22:43 WIB
Satpam Dianiaya, Perampok Bersenpi Sikat Rp 1,8 Miliar
Jakarta - Perampok bersenpi berhasil menggasak uang senilai Rp 1,8 miliar milik perusahaan batu bara PT Fajar Bumi Sakti yang beroperasi di Loa Ulung, Desa Loa Duri, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur (Kaltim). Sebelum beraksi, kawanan perampok yang berjumlah 3 orang itu terlebih dulu menganiaya Abdul Manaf (45), seorang satpam perusahaan tersebut. Akibatnya Manaf mengalami luka serius di bagian kepala.

Peristiwa itu terjadi Jumat (30/01/2009) sekitar pukul 01.00 Wita. Manaf menuturkan, saat melakukan patroli rutin ke seluruh bagian kantor, tiba-tiba dia disergap dari belakang oleh kawanan rampok bertopeng. Tidak hanya itu, salah satu dari ketiga pelaku bahkan menodongkan pistol ke arah kepalanya sehingga membuatnya tidak berkutik.

''Setelah menodong saya, ada yang memukulkan balok ke kepala saya sampai saya tidak sadarkan diri,'' kata Manaf kepada detikcom saat ditemui di ruang perawatan Agathis RS Islam, Jl Gurami Samarinda.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Manaf, saat ia sedang tidak sadarkan diri, kawanan rampok tersebut dengan leluasa menjarah uang perusahaan. Berdasarkan informasi dari rekan yang membesuknya, gerombolan perampok itu berhasil menggasak uang senilai Rp 1,8 miliar dari total Rp 2,5 miliar yang ada. ''Uang itu untuk gaji karyawan,'' terang Manaf.

Di kesempatan yang sama, kakak korban, Ahmad Syukur (47), menambahkan, adiknya dibawa ke rumah sakit di Samarinda sekitar pukul 04.30 Wita, sebelum azan Subuh berkumandang. Saat itu, lanjutnya, kepala adiknya mengeluarkan darah banyak. Syukur sendiri adalah satpam perusahaan batu bara PT Tanito Harum yang berlokasi tidak jauh dari tempat Manaf bekerja.

''Saya sempat dengar ada pencurian di tempat adik saya bekerja. Tidak tahunya adik saya sendiri juga jadi korban,'' kata Syukur.

Di ruang perawatan Manaf, tampak beberapa anggota keluarganya tengah menjenguk. Tidak sedikit dari mereka yang menitikkan air mata begitu mengetahui Manaf terluka parah. Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Kutai Kartanegara AKP Arif Budiman ketika dihubungi detikcom membenarkan peristiwa perampokan tersebut. Namun demikian, Arif belum bersedia menjelaskan kronologisnya.

''Ya benar. Uang perusahaan Rp 1 miliar lebih. Saya masih olah TKP (Tempat Kejadian Perkara),'' kata Arif. (sho/sho)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads