Peristiwa itu terjadi Jumat (30/01/2009) sekitar pukul 01.00 Wita. Manaf menuturkan, saat melakukan patroli rutin ke seluruh bagian kantor, tiba-tiba dia disergap dari belakang oleh kawanan rampok bertopeng. Tidak hanya itu, salah satu dari ketiga pelaku bahkan menodongkan pistol ke arah kepalanya sehingga membuatnya tidak berkutik.
''Setelah menodong saya, ada yang memukulkan balok ke kepala saya sampai saya tidak sadarkan diri,'' kata Manaf kepada detikcom saat ditemui di ruang perawatan Agathis RS Islam, Jl Gurami Samarinda.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di kesempatan yang sama, kakak korban, Ahmad Syukur (47), menambahkan, adiknya dibawa ke rumah sakit di Samarinda sekitar pukul 04.30 Wita, sebelum azan Subuh berkumandang. Saat itu, lanjutnya, kepala adiknya mengeluarkan darah banyak. Syukur sendiri adalah satpam perusahaan batu bara PT Tanito Harum yang berlokasi tidak jauh dari tempat Manaf bekerja.
''Saya sempat dengar ada pencurian di tempat adik saya bekerja. Tidak tahunya adik saya sendiri juga jadi korban,'' kata Syukur.
Di ruang perawatan Manaf, tampak beberapa anggota keluarganya tengah menjenguk. Tidak sedikit dari mereka yang menitikkan air mata begitu mengetahui Manaf terluka parah. Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Kutai Kartanegara AKP Arif Budiman ketika dihubungi detikcom membenarkan peristiwa perampokan tersebut. Namun demikian, Arif belum bersedia menjelaskan kronologisnya.
''Ya benar. Uang perusahaan Rp 1 miliar lebih. Saya masih olah TKP (Tempat Kejadian Perkara),'' kata Arif. (sho/sho)











































