"Dianjurkan, bagi keluarga, setelah dua tahun makamnya ditumpang (anggota keluarga yang lain)," jelas Kepala Dinas Pertamanan yang juga menangani urusan pemakaman di DKI Jakarta, Ery Basworo, di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (30/1/2009).
Sudah sedemikian terbataskah ketersediaan lahan pemakaman di Jakarta? "Ya, untuk beberapa wilayah memang sudah penuh, seperti di Bivak dan Petamburan. Jadi, kalau sudah tidak ada lahan, ya saudaranya ditumpang saja," jelas Ery yang dijumpai seusai pelantikan pejabat eselon 4 di lingkungan Pemprov DKI Jakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wacana pemakaman secara tumpang (jenazah dimakamkan di atas jenazah lain) pernah digulirkan Gubernur DKI Jakarta yang penuh kontroversi, Ali Sadikin. Kala memimpin Jakarta pada tahun 70-an, Bang Ali, demikian sapaan akrab Ali Sadikin, mewacanakan pemakaman secara tumpang untuk menanggulangi keterbatasan ketersediaan lahan pemakaman di ibukota. (alf/sho)











































