Lahan Makam Terbatas, Pemprov Imbau Pemakaman Tumpang

Lahan Makam Terbatas, Pemprov Imbau Pemakaman Tumpang

- detikNews
Jumat, 30 Jan 2009 22:03 WIB
Lahan Makam Terbatas, Pemprov Imbau Pemakaman Tumpang
Jakarta - Ibukota semakin hari semakin penuh sesak. Keberadaan lahan terbuka di Jakarta pun kian sempit, terlebih lahan untuk pemakaman. Bagaimana solusi untuk mengatasi hal ini?

"Dianjurkan, bagi keluarga, setelah dua tahun makamnya ditumpang (anggota keluarga yang lain)," jelas Kepala Dinas Pertamanan yang juga menangani urusan pemakaman di DKI Jakarta, Ery Basworo, di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (30/1/2009).

Sudah sedemikian terbataskah ketersediaan lahan pemakaman di Jakarta? "Ya, untuk beberapa wilayah memang sudah penuh, seperti di Bivak dan Petamburan. Jadi, kalau sudah tidak ada lahan, ya saudaranya ditumpang saja," jelas Ery yang dijumpai seusai pelantikan pejabat eselon 4 di lingkungan Pemprov DKI Jakarta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dijelaskan Ery, Jakarta membutuhkan sedikitnya 700 ha areal pemakaman. "Sementara yang tersedia baru 500-an ha, saya lupa angka persisnya. Itu pun 30 persen di antaranya belum matang sebagai areal pemakaman. Entah tanahnya miring, bergelombang, dan lain-lain," jelasnya.

Wacana pemakaman secara tumpang (jenazah dimakamkan di atas jenazah lain) pernah digulirkan Gubernur DKI Jakarta yang penuh kontroversi, Ali Sadikin. Kala memimpin Jakarta pada tahun 70-an, Bang Ali, demikian sapaan akrab Ali Sadikin, mewacanakan pemakaman secara tumpang untuk menanggulangi keterbatasan ketersediaan lahan pemakaman di ibukota. (alf/sho)


Berita Terkait