"Saya katakan ini fitnah, saya tidak pernah terima Rp 500 juta," kata Djulkarnain kepada detikcom, Jumat (30/1/2009).
Bagi Djulkarnain, pemberitaan ini cenderung mencemarkan nama baik dirinya sebagai secara pribadi dan sebagai anggota DPR. "Lembaga DPR serta Partai Golkar tempat saya bernaung juga tercoreng,"
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya tidak pernah menerima double anggaran, silahkan tanya Setjen DPR," tegas Djulkarnain.
Saat itu, Depag memang mengundang komisi VIII untuk memantau pelaksaan haji. Namun karena pimpinan komisi berhalangan, Djulkarnain dan Said Abdullah pun ditunjuk untuk menggantikan posisi pimpinan.
"Karena pimpinan mengusulkan nama, makanya saya berangkat," jelasnya
Bagi Djulkarnain, itu adalah undangan resmi dari Depag ke DPR. Bahkan atas perintah Menteri Agama, Direktur Urusan Umrah dan Haji Departemen Agama Zakaria Anshar pun menghubungi dirinya untuk memberitahu undangan ini.
"Itu undangan resmi dari Depag," pungkasnya. (mok/mad)











































