"Itu engine-nya 2, waktu mau berhenti tiba-tiba dia terguling. Itu yang harus dilihat, kenapa bisa terjadi seperti itu," kata Jusman di Istana Negara, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Jumat (30/1/2009).
Menhub menjelaskan, saat kejadian helikopter sedang melakukan proses perawatan berupa run up. Run up itu memasuki hari kedua.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menhub mengulangi, korban tewas disebabkan terkena pecahan baling-baling. "Baling-baling mengenai landasan, lalu serpihan mengenai korban," tambahnya.
Apakah heli itu tidak layak terbang? "Sebetulnya sebelum dilakukan perawatan, sedang dilakukan cek ulang seluruhnya," tutupnya. (ndr/nrl)











































