Deplu Cium Indikasi 193 Warga Myanmar Korban Trafficking

Deplu Cium Indikasi 193 Warga Myanmar Korban Trafficking

- detikNews
Jumat, 30 Jan 2009 13:26 WIB
Jakarta -
Deplu mencium adanya dugaan trafficking terkait terdamparnya 193 warga Myanmar di Pulau Sabang, Nanggroe Aceh Darussalam (NAD). Mereka diduga masuk wilayah perairan Indonesia karena motif ekonomi.

"Kita telah melakukan interview dan pendataan dan melihat adanya indikasi terjadinya trafficking. Hal itu kita dapat karena kita mencium adanya pihak ketiga yang bermain yaitu dengan cara mentransfer orang-orang itu ke perairan kita," kata Juru Bicara Deplu Teuku Faizasyah.

Faiz menyampaikan hal itu di kantor Deplu, Jalan Pejambon, Jakarta Pusat, Jumat (30/1/2009).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut dia, Deplu sudah mengambil kesimpulan bahwa kedatangan mereka di wilayah perairan Indonesia dikarenakan motif ekonomi. Deplu juga menyediakan penterjemah dari Bangladesh dan Myanmar agar bisa berkomunikasi dengan baik.

"Ternyata hal ini bukan yang pertama kali terjadi, karena pada tahun 2006, mereka pernah terdampar di Pulau Rondo. Tetapi pada saat itu belum ada solusi karena proses yang sangat panjang dan mereka meninggalkan Indonesia tanpa sepengetahuan kita," ujar Faiz.

Jika benar motif mereka adalah ekonomi maka tidak ada pilihan bagi kita untuk mendeportasi mereka ke negara asal.

(aan/iy)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads