Kemarahan Erdogan terkait dengan pidato Presiden Israel Shimon Peres di forum internasional tersebut. Erdogan kesal karena pidato Peres mengenai pembelaan atas perang Israel di Gaza disambut tepuk tangan hadirin.
"Sangat menyedihkan karena orang-orang bertepuk tangan atas apa yang Anda katakan. Padahal banyak orang telah terbunuh," seru Erdogan pada Peres sebelum ditengahi oleh moderator, wartawan Washington Post, David Ignatius.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Erdogan juga kesal karena Peres mendapat waktu 25 menit untuk bicara di debat tersebut sedangkan dirinya cuma diberi waktu 12 menit.
Dalam pidatonya, Peres bersikeras bahwa Israel terpaksa melancarkan serangan ofensif terhadap Hamas dikarenakan ribuan roket dan mortir yang ditembakkan Hamas ke Israel.
"Tragedi Gaza bukan karena Israel, tapi Hamas," kata Peres. "Mereka menciptakan kediktatoran. Kediktatoran yang sangat berbahaya," imbuhnya.
Acara tersebut dihadiri para pemimpin dunia termasuk Sekjen PBB Ban Ki-moon, Sekjen Liga Arab Amr Mussa dan lainnya. (ita/iy)











































