Menurut Beni, warnet tersebut dijaga oleh 2 orang pria dengan wajah Cina dan juga seorang wanita. Selain itu warnet ini juga ramai dikunjungi oleh pengunjung karena tarifnya yang murah.
"Warnet ini murah Rp 2.000 sejam dan baru februari dinaikkan jadi Rp 2.500," kata Beni.
Beni menambahkan dirinya bersedih karena tidak dapat lagi bermain di warnet tersebut. Dia bahkan sudah menjadi pelanggan tetap warnet tersebut.
"Saya sudah jadi member, bayar 40 ribu. Sekarang ngak bisa main" tambah Beni.
Pantauan detikcom di lantai dasar bangunan yang terdiri dari 4 lantai tersebut terdapat sekitar 20 unit komputer. Polisi melakukan penggeledahan di lantai 2 hingga 4 ruko tersebut. (ddt/rdf)











































