"Kita kembali mengajukan permintaan sebanyak 50 ribu vaksin anti rabies ke pusat," kata Kepala Dinas Peternakan Provinsi Bali Ida Bagus Alit usai bertemu dengan Gubernur Bali Made Mangku Pastika di Kantor Gubernur, Jalan Basuki Rahmat, Denpasar, Bali, Kamis (29/1/2009).
Alit mengatakan hingga kini vaksin yang masih tersisa sebanyak 15 ribu. Proses
vaksinasi telah mencapai 35.184 ekor anjing se-Bali. Vaksinasi di Kabupaten
Badung yang menyasar tujuh kecamatan sebanyak 15.190 ekor, sedangkan vaksinasi di Denpasar sebanyak 19.994 ekor anjing di empat kecamatan.
Jumlah anjing yang telah divaksinasi sangat jauh dari populasi anjing yang ada di Bali yaitu 540 ekor anjing.
Untuk mempermudah proses vaksinasi, selain dilakukan langsung oleh petugas, warga juga diharapkan membawa anjing peliharannya ke petugas untuk divaksinasi.
"Siapa saja yang punya anjing, diharapkan untuk dibawa ke Dinas Peternakan Provinsi Bali untuk divaksin," ujar Alit.
Proses vaksinasi makin intensif digelar Pemerintah Provinsi Bali karena suspect
rabies terus berjatuhan. Seorang warga Nusa Dua, Kuta Selatan, Badung, Ni Made
Ruken (45) meninggal pada Rabu 28 Januari kemarin RSUP Sanglah. Korban memiliki riwayat digigit anjing pada Oktober 2008.
"Sampel darah korban kita kirim ke Balai Besar Veteriner di Bogor," kata sekretaris tim dokter penanggulangan rabies RSUP Sanglah dr Ken Wirasandi via telepon.
Hingga kini jumlah korban rabies yang meninggal dunia sebanyak tujuh orang,
satu di antaranya positif rabies. Sedangkan anjing yang positif rabies di
Denpasar dan Badung sebanyak 10 ekor. (gds/nwk)











































