Pantauan detikcom, di RS Fatmawati, Jl RS Fatmawati, Jakarta Selatan, Kamis (29/1/2009) masing-masing jenazah sebelum dibawa pulang, terlebih dahulu bagian-bagian tubuhnya disatukan dan dijahit.
Akibat terkena baling-baling heli, bagian tubuh Sri Setia terpotong menjadi 3 bagian, sedangkan tubuh Suparja beberapa bagian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nurhadi, salah satu rekan kerja kedua korban yang juga menjadi saksi mata mengatakan, posisinya kedua temannya berada di sebelah kiri heli. Baling-baling belakang heli tidak berfungsi sedangkan baling-baling utama berputar sehingga membuat pesawat miring.
"Pengecekan ini rutin dilaksanakan seminggu sekali. Nggak ada firasat apa pun. Tadi pagi masih ngobrol tentang aliran sesat," katanya.
Nurhadi yang sudah mengenal kedua korban selama 20 tahun ini menceritakan, kejadian naas ini memang baru pertama kali terjadi di hangar Pelita Air Service. (gus/nwk)











































