Kepala misi diplomatik Venezuela Roland Betancourt dan dua diplomat Venezuela lainnya diberikan waktu hingga Jumat, 30 Januari besok untuk pergi dari Israel.
"Dikarenakan keputusan Venezuela memutus hubungan dengan kami beberapa pekan lalu, kami minta Dubes Venezuela dan stafnya agar meninggalkan Israel," kata pejabat Kementerian Luar Negeri Israel Lior Hayat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemerintah Venezuela mengusir Dubes Israel Shlomo Cohen dan stafnya pada 6 Januari lalu serta memutus hubungan diplomatik pada 14 Januari lalu. Hal itu sebagai protes atas serangan mematikan Israel ke Gaza.
Selain Venezuela, Bolivia juga memutuskan hubungan Israel karena krisis Gaza.
Menteri Luar Negeri Venezuela membela keputusan negaranya untuk memutuskan hubungan diplomatik dengan Israel. "Keputusan kami tepat, benar, sesuai dan sejalan dengan semangat konstitusi kami, yang memerintahkan kami untuk mengupayakan perdamaian internasional," kata Maduro. Dikatakannya, Israel telah melanggar HAM dasar dengan aksi militernya.
Maduro juga mencetuskan bahwa keputusan Israel mengusir Dubes Venezuela sebagai respons yang lemah dan lamban. "Respons negara Israel lemah, lamban dan bagi kami ini kehormatan," ujar Maduro pada jaringan televisi Al-Jazeera.
"Kami bangga karena negara Israel yang ada sekarang, yang dipimpin oleh kriminal-kriminal ini, membuat keputusan tersebut," pungkasnya.
Lebih dari 1.200 warga Palestina, kebanyakan warga sipil, tewas dalam serangan Israel ke Gaza yang berlangsung sejak 27 Desember 2008 lalu. Serangan itu berlangsung selama 22 hari dan baru berakhir pada 21 Januari lalu setelah gencatan senjata Israel dan Hamas. (ita/iy)











































