Pedagang tampak menggelar dagangannya di samping pasar lama. Sebagian pedagang keberatan dengan harga beli pasar yang akan dibangun senilai Rp 22 juta per meter persegi untuk lantai 1 dan Rp 12,5 juta per meter persegi di lantai 2.
"Kami minta harganya lebih murah lagi. Itu saja," kata Tarmin (29), seorang pedagang makanan di Pasar Koja, Jakarta Utara, Kamis (29/1/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pedagang mengeluhkan luas lapak pasar sementara yang sangat kecil yakni 1,5x2 meter. Selain itu atap pasar dengan ketinggian 2 meter membuat pasar pengap dan panas.
"Kalau lagi ramai panas banget. Keringat sejagung-jagung," ucap Harahap,
pedagang daging.
Sejumlah pedagang baju dan toko kelontong yang paling merasakan kecilnya ruangan lapak tersebut. Barang-barang dagangan tidak muat dalam ruangan sekecil itu. Sebagian lagi ditaruh begitu saja di lorong pasar.
"Kami hanya menaruh displaynya saja. Selebihnya kami simpan di gudang dan
di depan lapak," kata Siti (45), pedagang kain.
(Ari/aan)











































