Informasi yang didapatkan detikcom, Kamis (29/1/2009), baling-baling utama heli tersebut terdiri dari empat ruas baling-baling. "Semua ruas baling-baling patah," ujar sumber detikcom.
Sementara bodi heli mengalami penyok. "Ada penyok di beberapa bagian, tapi tidak terlalu berat. Yang rusak parah, baling-balingnya," ujar dia.
Heli Super Puma itu berwarna dasar putih. Di badannya ada strip warna merah dan bertuliskan Pelita Air. Hingga saat ini, heli naas itu ditutupi terpal warna biru.
Heli ini terguling 180 derajat saat menjalani ground up sekitar pukul 09.40 WIB. Dua mekanik tewas atas kecelakaan ini, karena terkena baling-baling. (asy/nrl)











































