Mahasiswi Indonesia Dikabarkan Hilang di Malaysia

Mahasiswi Indonesia Dikabarkan Hilang di Malaysia

- detikNews
Kamis, 29 Jan 2009 02:13 WIB
Mahasiswi Indonesia Dikabarkan Hilang di Malaysia
Malaysia - Seorang mahasiswi asal Bandung, Jawa Barat, dikabarkan menghilang di Malaysia. Mahasiswi yang diketahui bernama Mira Sartika (27) merupakan alumnus D3 Fakultas Ekonomi Universitas Padjadjaran Bandung. Dia dikabarkan tidak diketahui keberadaannya di Malaysia sejak 2006.

Informasi mengenai menghilangnya Mira diketahui pertama kali melalui email yang masuk ke dalam website Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Malaysia. Email tersebut dikirim atas nama Nani Darmayanti, mahasiswi Universitas Kebangsaan Malaysia (UKM).

Nani menceritakan bahwa telah dihubungi kawannya di Bandung yang sedang mencari adiknya, Mira, yang telah hilang selama 3 tahun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Nani mengatakan, terakhir Mira izin pergi untuk kuliah di Malaysia tiga tahun lalu. Namun hingga kini tidak diketahui alamat tinggal dan tempat kuliah Mira di Malaysia. Nani pun meminta bantuan PPI Malaysia untuk menemukan keberadaan Mira, karena kondisi ibunya saat ini yang sedang sakit keras.

Ketua Umum PPI Malaysia Irfan Syauqi Beik mengatakan, telah berkoordinasi dengan seluruh PPI cabang di 19 universitas di Malaysia untuk mencari Mira. Namun hingga kini, dia belum mendapatkan kepastian mengenai keberadaan Mira. Bahkan informasi mengenai hilangnya Mira juga telah diumumkan melalui milis-milis seluruh PPI disertai dengan fotonya.

"Saya juga telah melaporkan hal ini kepada Atase Pendidikan KBRI Kuala Lumpur Pak Imran Hanafi untuk di-follow up," ujar Irfan kepada detikcom, Rabu (28/1/2009).

Menurut Imran, sebagaimana dikutip Irfan, ada dua kemungkinan yang dapat terjadi berkaitan dengan hilangnya Mira. Pertama, kemungkinan Mira lari ke Malaysia terkait persoalan keluarga. Atau kedua, lanjut dia, terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

"Tapi tentu kita tidak berharap pada kemungkinan yang kedua. Kami berharap, Mira dapat membaca pengumuman di media dan dapat segera menghubungi keluarganya di Bandung. Karena tentu keluarganya sangat mengharapkan komunikasi dari dia. Kami masih membantu menyelidiki," kata Irfan.

(rmd/lrn)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads