"Tim kami akan bergabung dengan relawan dari Palang Merah Internasional di Gaza, untuk memperkuat sistem penanganan korban perang," kata Direktur Yakkum Emergency Unit Arshinta di RSU Bethesda, Jl Sudirman, Yogyakarta, Rabu (28/1/2009).
Dia mengatakan, pertimbangan Yakkum mengirimkan dua tim medis ke Palestina karena sampai saat ini masih kekurangan tenaga medis di sana. Selain itu, tingkat kelelahan para relawan medis juga sangat tinggi sehingga Palang Merah Internasional perlu menambah tim medis di Jalur Gaza.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini katanya, sebanyak 32 rumah sakit di Gaza mengalami kerusakan, sehingga dibutuhkan layanan medis yang bisa bergerak ke tempat-tempat yang banyak korban. Diharapkan tim tersebut bisa mengoperasikan bantuan obat-obatan dan alat medis dari pemerintah Indonesia yang saat ini sudah berada di perbatasan Mesir dan Gaza.
Menurut Arshinta, akibat perang tersebut ribuan korban luka akan mengalami cacat permanen. Dari 5.300 korban luka, sekitar 50 persennya berpotensi menjadi penyandang cacat permanen.
Hingga hari keberangkatan tanggal 29 Januari 2009, lanjut Arshinta, belum ada perusahaan asuransi di Indonesia yang menanggung Bambang Kamiwarno dan Heri Widarso. (bgs/nwk)











































