Enam rumah dengan seluruh penghuni 24 jiwa yang tertimpa tanah longsor dari ketinggian sekitar 10 meter dengan panjang sekitar seratus meter itu masing-masing milik Suparjo (70), Romdhon (47), Ahmad Afif (52), Muhammad Roni (70), Saoman (41), dan Sugiri (50).
Informasi itu disampaikan oleh Kepala Desa (Kades) Sukosari Didik Mulyadi, kepada detikcom di lokasi kejadian Rabu (28/1/2008) pagi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hingga kini ratusan warga masyarakat 10 dusun yang ada di Kecamatan Bandongan, Kabupaten Magelang bersama aparat kepolisian dan TNI setempat melakukan kerja bakti menyingkirkan longsoran tanah.
Tembok bagian samping rumah masing-masing milik Romdhon dan Ahmad yang relatif dekat dengan lereng bukit itu runtuh akibat terjangan tanah longsor. Tiga rumah masing-masing milik Roni, Saoman, dan Sugiri terkena lumpur hingga kedalaman sekitar 25 sentimeter sedangkan rumah milik Suparjo mengalami retak di bagian dapur.
"Beberapa hari terakhir kawasan ini diguyur hujan deras," kata Didik.
Didik menjelaskan, akibat longsoran itu, warga mengalami kerugian sekitar Rp 60 juta.
Romdhon yang rumahnya jadi korban longsor, mengatakan, rumahnya terkena tanah longsor pertama kali hari Selasa sekitar pukul 17.00 WIB, saat dirinya pulang dari bekerja sebagai tukang batu.
"Longsoran tanah mengenai tembok dan tempat tidur di dalam kamar," kata Romdhon.
Menantu Romdhon, Sugiyanto (38), mengaku melihat pergerakan tanah di lereng bukit itu. Tanah terlihat runtuh dan berjalan. "Saya lalu teriak-teriak minta tolong warga. Kemudian, masyarakat setempat berdatangan ke lokasi itu dan membuat parit untuk mengalirkan longsoran tanah," katanya.
Longsor Susulan
Namun, tidak beberapa lama parit itu tidak mampu menampung longsoran tanah sehingga membentuk bendungan kecil. Sehingga terjadi longsor susulan pada Rabu dini hari yang mengakibatkan enam rumah tertimpa longsor.
"Semua menjadi ketakutan dan mengungsi, kami bersama-sama menyelamatkan barang-barang dari dalam rumah," kata Sugiyanto.
Sugiyanto menerangkan, tanah longsor di kawasan itu terjadi empat kali sejak tahun 1984 dalam skala relatif kecil dan tidak mengakibatkan korban jiwa. "Musibah serupa pada awal tahun 2009," kata mantan Kades Sukosari itu. Hingga sekarang aliran listrik masih diputus oleh PLN.
Sampai saat ini, keenam pemilik rumah yang rusak akibat longsoran itu menginap dan bermukim di rumah tetangga yang ada di sekitar TKP.
(nrl/nrl)











































