Sakit Paru-paru, 2 Pengikut Meninggal Sebab Dilarang Minum Obat

Aliran Sesat Satria Piningit

Sakit Paru-paru, 2 Pengikut Meninggal Sebab Dilarang Minum Obat

- detikNews
Rabu, 28 Jan 2009 11:00 WIB
Sakit Paru-paru, 2 Pengikut Meninggal Sebab Dilarang Minum Obat
Jakarta - Aliran Satria Piningit Weteng Buwono yang diajarkan Agus Imam Solichin ternyata menimbulkan korban jiwa. Akibat ajarannya, dua pengikut meninggal dunia.

"Ada dua korban yang meninggal. Karena sakit tapi nggak dibolehkan minum obat," kata salah seorang mantan pengikut Agus, Riki Alamsyah (28) saat dihubungi detikcom, pukul 10.30 WIB, Rabu (28/1/2009).

Pria yang akrab dipanggil Kiki itu mengaku menjadi pengikut Agus selama 2 tahun, mulai 2002-2004. Kakak kandung dan kedua orang tua Kiki juga menjadi pengikut aliran sesat itu. Kakak Kiki mengindap penyakit paru-paru dan sempat dibawa ke Rumah Sakit (RS). Namun setelah pulang dari RS, Agus tidak mengizinkan kakak Kiki untuk meminum obat-obat dari dokter hingga akhirnya kemudian pun meninggal.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Nggak boleh minum obat sama dia. Pengetahuan manusia itu batil katanya," ujar Kiki.

Selain kakak Kiki, satu korban lagi justru kakak ipar Agus sendiri. Santi, kakak ipar pimpinan sekte itu juga sakit paru-paru. Agus melarang kakak iparnya itu berobat dengan alasan tidak ada biaya. Padahal kakak ipar Agus sudah menjual rumahnya dan memberikan uang hasil jual rumah ke Agus. Namun uang tersebut tidak dipergunakan untuk berobat.

"Akhirnya dia juga meninggal. Kita nggak tahu meninggalnya gimana. Cuma saat meninggal keduanya ada di dalam satu ruangan (Agus dan kakak iparnya)," jelasnya.

Kiki juga mengatakan, dirinya sempat mengidap paru-paru dan masuk rumah sakit. Setelah keluar dari rumah sakit, Agus tidak memperbolehkan dirinya untuk minum obat. Namun Kiki lebih beruntung dari kakaknya. Kiki masih selamat.

"Saya sempat menderita tekanan batin. Nggak boleh minum obat keluar dari rumah sakit karena paru-paru," imbuhnya.

Kok bisa semua kena penyakit paru-paru? Memang ajarannya kenapa? "Itu yang perlu dipertanyakan kembali," jawabnya.
(gus/iy)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini