"Kami akan merespons, namun tak ada gunanya menjelaskan," kata Menteri Pertahanan Israel Ehud Barak seperti dilansir harian Telegraph, Rabu (28/1/2009).
Tak lama kemudian, Barak menggelar sidang darurat dengan pejabat-pejabat tinggi keamanan Israel. Usai pertemuan, Barak bicara dengan Perdana Menteri Israel Ehud Olmert.
PM Olmert mengindikasikan bahwa respons yang lebih keras akan menyusul segera. Bahkan kepada para pegawai negeri senior Israel, Olmert mencetuskan bahwa Israel tidak terikat pada gencatan senjata tidak resmi dengan Hamas.
"Respons Israel belum terjadi," kata Olmert.
Israel kembali melancarkan serangan udara ke Gaza setelah sebuah bom menewaskan seorang tentara Israel yang sedang berpatroli di perbatasan dengan Gaza pada Selasa, 28 Januari. Serangan udara Israel itu melukai seorang militan Hamas.
Israel juga mengerahkan tank dan buldozer ke Gaza setelah tewasnya tentara Israel tersebut. Dalam operasi Israel ini, seorang petani Gaza berusia 27 tahun tewas.
(ita/iy)











































