Namun kebahagiaan itu telah sirna. Penyebabnya Lupoe dan istrinya gelap mata setelah kena PHK. Lupoe menembak istrinya, Ana, dan kelima anaknya, lalu dirinya sendiri di rumahnya di Wilmington, kawasan kelas pekerja di dekat pelabuhan Los Angeles.
Jasad 7 orang ini ditemukan Selasa pagi waktu setempat. Mereka terdiri dari Lupoe, Ana, dan anak-anak mereka yaitu bocah perempuan 8 tahun, sepasang anak kembar perempuan berumur 5 tahun, dan bocah lelaki kembar 2 tahun. Demikian dilansir New York Times.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pengelola rumah sakit itu, dalam surat itu, berkata pada mereka pada suatu hari mengapa mereka datang untuk bekerja dan kemudian menambahkan,"Kamu harusnya meledakkan otakmu."
Dua hari setelah pertikaian itu, mereka kehilangan pekerjaan dan merencanakan kematian. "Mengapa meninggalkan anak-anak pada orang asing?" tulis mereka. Tampaknya itulah alasan mengapa mereka juga menghabisi anak-anak tercinta mereka.
Kaiser Permanente menyatakan pasutri itu adalah mantan pegawai mereka namun tidak mengungkit hal-hal yang berkaitan dengan kematian mereka.
Meski polisi menyatakan itu adalah kasus bunuh diri namun Wakil Kepala Polisi Kenneth Garner menyatakan mereka akan tetap menyelidiki kasus itu. Sebab berbeda dengan telepon dan faks yang dikirim ke stasiun televisi yang mengabarkan kematian keluarga itu, Lapoe juga menelepon 911 menyatakan bahwa istri dan anaknya terbunuh di rumahnya saat dia tiba di rumah.
Saat petugas 911 ke rumahnya, 7 jasad telah terkapar dengan pistol revolver di dekat jasad Lupoe, satu-satunya senjata api yang ditemukan di rumah itu. (nrl/gah)











































