Ketiga lembaga asal Indonesia tersebut yakni, Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI), tim kedua Mer-C dan Dompet Dhuafa. Mereka tertahan di Rafah sebab kesulitan dalam proses perizinan yang membutuhkan waktu. Koordinator Tim Kemanusiaan Dompet Dhuafa (DD), Naryo Adhiat menyatakan, tim DD sebenarnya sudah sempat masuk ke Gaza selama satu hari, kemudian keluar lagi karena ada masalah di imigrasi yang perlu dilengkapi.
"Saat ini kami tertahan di Rafah. Proses pengurusan izin juga sedang berjalan di imigrasi Mesir, kami masih menunggu. Sejumlah tim lain malah sudah menunggu sekitar dua pekan di Rafah. Tidak hanya dari Indonesia, tetapi dari beberapa negara lain, seperti Itali," ujar Naryo melalui telepon, Selasa (27/1/2009) malam dari Rafah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Masuk ke Gaza itu sangat sulit, meski kita sudah sampai di Rafah," ujar Naryo.
Naryo menyatakan, tim DD berangkat dari Indonesia menuju Mesir pada Sabtu (24/1/2009) dan kemudian membuat posko utama di Distrik Nasar City, Cairo, Mesir. Tim pendahulu ini bertugas mendistribusikan bantuan tahap pertama berupa berupa uang tunai yang nilainya setara dengan Rp 450 juta bagi warga Gaza melalui Hamas. Bantuan pertama itu, merupakan bagian dari rencana bantuan DD sebanyak Rp 2,5 miliar yang akan diberikan bagi warga Palestina di Gaza.
(rul/fiq)










































