"Sebenarnya dengan jumlah itu (860 orang tahanan), sudah sangat sesak. Tapi kita beri kelonggaran hingga 900 orang," kata Kepala Rutan Kelas IIA Sempaja Samarinda Zaenal Arifin kepada detikcom di kantornya Jl KH Wahid Hasyim Samarinda, Selasa (27/01/2009).
Sebelumnya, rutan Samarinda menolak menerima tahanan titipan hingga Sabtu 24 Januari 2009 lalu. Hari ini, Rutan kembali menerima tahanan setelah beberapa orang tahanan dipindah ke Lapas Samarinda dan Lapas Balikpapan karena telah menerima putusan pengadilan setempat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kasat Reskrim Poltabes Samarinda Kompol Yusep Gunawan SiK membenarkan sempat menghentikan sementara untuk menitipkan tahanan ke Rutan Sempaja. Akibatnya lebih dari 100 orang tahanan berdesak-desakan menjejali ruang tahanan sementara.
"Kami juga sebenarnya melebihi kapasitas maksimal 50 orang tahanan. Tapi mau bagaimana lagi. Kalau tidak terima tahanan titipan, ya, kami tidak mengirimkan ke Rutan," kata Yusep, di Mapoltabes Samarinda, Jl Bhayangkara.
Agar ruang tahanan tidak makin sesak, Poltabes Samarinda tidak melakukan penahanan bagi tersangka kasus-kasus ringan dengan jalan meminta jaminan keluarga agar tersangka tidak melarikan diri. Kendati Rutan menolak menampung tahanan titipan, Yusep menegaskan tidak akan mengganggu kinerja kepolisian untuk menangkap pelaku-pelaku tindak kriminal.
"Tidak, kita tidak berhenti (melakukan penangkapan), meski melebihi kapasitas," kata Yusep. (irw/irw)










































