"Kalau tidak ikut pengajian, dihukum telanjang bulat di kamar dari malam hingga pagi. Pernah sampai 13 orang telanjang," kata A Kusmana (58), seorang murid Agus Imam Solichin, di kediamannya sekaligus markas Satria Piningit Weteng Buwono,Β Kebagusan 2 RT 10 RW 06, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (27/1/2009).
Menurut dia, pengajian dilakukan hampir setiap malam. "Semau dia (Agus), hampir tiap malam. Dia ngomong tentang ikhlas, sabar, bisa semalaman. Tidak baca-baca (Al Quran)," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami tidak pernah dipungut iuran. Ada penyandang dana, dia merupakan pemilik perusahaan ekspedisi," kata Kusmana.
Kok mau ikut ajaran kayak gitu? "Saya benar-benar seperti dihipnotis. Saya seakan-akan tidak sadar. Hati dan pikiran saya tertutup," sahut pensiunan PNS ini. (aan/iy)











































