Lima poin itu adalah adanya pembangunan semesta yang mencakup seluruh kepulauan di Tanah Air. Kedua mengembangkan pengetahuan sumber daya alam untuk mendongkrak sektor ekonomi bangsa. Ketiga, pemerataan pertumbuhan ekonomi dalam segala sektor.
Keempat, perlunya meningkatkan ketahanan bangsa dalam menyukseskan pembangunan ke depan. Terakhir, melibatkan seluruh simpul-simpul elemen masyarakat. "Lima ini akan bisa mendukung pembangunan ke depan yang lebih baik dalam menghadapi krisis ekonomi global," kata SBY.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kritikan ini akan dapat membantu kita untuk maju, untuk keterlibatan mahasiswa sudah jelas tertera dalam lima poin mengembangkan pembangunan dengan melibatkan semua simpul-simpul elemen masyarakat," ujar Susilo Bambang Yudhoyono setelah membaca isi surat kritikan dari mahasiswa.
Orasi ilmiah ini berlangsung selama kurang lebih satu jam lebih. Selesai menyampaikan pokok-pokok pikiran pengembangan pembangunan. Ibu Negara Ani Yudhoyono dalam kesempatan itu juga meresmikan gedung baru yaitu Rumah Pintar di lingkungan Universitas Brawijaya. Setelah ini Presiden SBY bersama rombongan akan bertolak menuju kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Malang untuk peresmian gedung baru, Selasa siang.
Gelombang demo dilakukan para mahasiswa yang terus berlangsung di dua tempat yaitu di Jalan MT Haryono dan Jalan Bedungan Sutami dipaksa bubar oleh petugas kepolisian pengendali massa dari Polwil Malang. satu mahasiswa menjadi korban dari aksi itu.
Adalah Edlis mahasiswa dari Universitas Brawijaya mengalami luka lebam hingga sempat jatuh pingsan setelah didesak mundur oleh aparat kepolisian di Jalan Bendungan Sutami.
Sementara satu mahasiswa yaitu Roni Mustofa dari Universitas Islam Negeri Malang sempat diamankan polisi, kembali dilepas. "Karena tidak ada unsur pidana, yang bersangkutan kami lepas," tegas Kasatsamapta Polresta Malang AKP Susanto saat dikonfirmasi detiksurabaya.com di lokasi.
(nrl/nrl)











































