Tommy dan Prabowo Berziarah, Tiada Bunga dari Para Putri

Setahun Kematian Soeharto

Tommy dan Prabowo Berziarah, Tiada Bunga dari Para Putri

- detikNews
Selasa, 27 Jan 2009 16:23 WIB
 Tommy dan Prabowo Berziarah, Tiada Bunga dari Para Putri
Karanganyar - Setahun kematian Soeharto terlewat begitu saja di pemakamannya. Tidak ada peringatan apa pun, tidak ada yang istimewa. Tidak pula ada kedatangan putra-putrinya ataupun sekadar kiriman bunga melalui utusannya.

"Putra yang terakhir ke sini Mas Tommy pada 9 Januari lalu. Beliau berpesan kepada saya agar diadakan acara tahlilan dalam mendhak sepisan Bapak (Soeharto)," ujar Kepala Pengelola Astana Giribangun, Sukirno, Selasa (27/1/2009).

Mendhak sepisan adalah peringatan setahun kematian dalam perhitungan kalender Jawa. Karenanya acara itu tidak jatuh pada hari ini melainkan pada 13 Januari lalu. Acara tahlilan itu, lanjut Sukirno, diadakan secara sederhana dengan mengahadirkan seribu warga yang tinggal di kampung-kampung terdekat dengan makam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada setahun hitungan Masehi, tidak ada acara apa pun. Sukirno mengaku sejauh ini belum ada kontak dari para putra atau putri Soeharto yang akan datang dalam waktu dekat.

"Biasanya kami dikabari dulu kalau putra atau putri Bapak akan sowan nyekar. Yang paling sering datang ke sini Mas Tommy. Beliau paling perhatian dengan Giribangun ini. Desember lalu Mbak Mamiek juga ke sini. Sebelumnya pada bulan November Pak Prabowo (mantan menantu Soeharto) juga ke sini," ujarnya.

Tidak ada acara di Giribangun, demikian juga dengan di Kalitan, rumah keluarga Soeharto di Solo. Bahkan pada mendhak sepisan yang lalu pun Kalitan tidak menggelar acara apa-apa. Ini mengingat saat ini Ndalem Kalitan mengalami kekosongan pengurusan. Kepala rumah tangga Ndalem Kalitan, Sriyanto, meninggal pertengahan Desember lalu.

Bangunan Diperluas


Kunjungan ziarah yang semakin hari semakin meningkat membuat keluarga Cendana memutuskan untuk memperluas fasilitas di Kompleks Giribangun, Karanganyar. Lahan yang paling sering tidak muat adalah area parkir.

"Sudah ada dua lahan parkir namun masih sering tidak muat, terutama pada hari libur atau kalau berbarengan ada keluarga datang," ujar Sukirno.

Karena itu diputuskan membangun lagi lahan parkir ketiga di areal yang cukup jauh dari makam. Dari tempat parkir menuju makam akan disediakan jalan bertangga sembari menikmati pemandangan menarik di lereng Gunung Lawu tersebut.

Lahan parkir utama yang berada di atas juga akan diperluas. Bukit yang memisahkan areal makam dengan kantor pengelola akan dipotong untuk perluasan halaman parkir tersebut. Selain itu masjid di dekat tempat peristirahatan peziarah juga direnovasi.

"Semua dana berasal dari keluarga. Kami hanya sekedar menjalankan perintah saja. Gaji 30 karyawan tetap yang bekerja disini juga sepenuhnya berasal dari putra-putri Bapak (Soeharto). Tidak ada dana dari yang lain, karena kami memang tidak memungut biaya apa pun dari peziarah," ujar Sukirno.
(mbr/asy)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads