Doa Pengantin Hingga Pejabat

Setahun Kematian Soeharto

Doa Pengantin Hingga Pejabat

- detikNews
Selasa, 27 Jan 2009 15:59 WIB
Doa Pengantin Hingga Pejabat
Karanganyar - Berziarah ke makam orang besar memang selalu saja dikaitkan dengan berbagai hal-hal yang tak masuk akal. Ada yang memang datang mendoakan almarhum, ada pula yang datang untuk meneladani perjuangan hidup almarhum, apalagi jika almarhum itu adalah Soeharto, penguasa terlama di negeri ini.

Kepala Pengelola Astana Giribangun, Sukirno, mengatakan setelah setahun Soeharto meninggal telah banyak pejabat dan mantan pejabat yang datang berziarah. Ada pejabat yang masih aktif, ada pula yang sudah pensiun.

"Banyak bupati dan gubernur yang berziarah ke sini, baik dari Jawa maupun Luar Jawa. Bapak atau ibu mantan pejabat pusat juga sering ziarah, baik mantan pejabat sipil maupun militer. Mungkin itu bentuk bakti beliau-beliau kepada orangtua, karena bapak atau ibu mantan pejabat ini dulu anak buah Bapak (Soeharto)," ujar Sukirno.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sukirno tidak tahu apa tujuan para pejabat maupun mantan pejabat itu berziarah selain menduga-duga. Dia dan para pengurus lainnya memang tidak pernah menanyakan tujuan seseorang yang berziarah. Seorang peziarah cukup meminta izin ke penjagaan lalu menyerahkan kertas memo dari penjagaan ke juru kunci.

Ada juga seringkali datang sepasang kekasih atau sepasang suami istri yang baru saja menikah. Mereka berdua masuk ke makam untuk berdoa di depan pusara Soeharto.

Sepasang pengantin baru asal Karanganyar yang datang ke Giribangun, Selasa, ketika ditanya mengaku datang untuk meneladani kehidupan Soeharto beserta Tien Soeharto. "Biar ketularan sukses," jawab mereka.

Kompleks Giribangun memang terbuka untuk umum. Meskipun tertulis ada batasan kunjungan antara pukul 08.00 hingga 17.00 WIB, namun pengelola memang tidak pernah menolak memasukkan peziarah di luar jam tersebut. Alasannya seringkali peziarah datang dari daerah jauh dan harus segera pulang.

Banyak lokasi makam tokoh kenamaan yang sering digunakan untuk menjalani ritual-ritual khusus sehingga banyak yang menginap di lokasi makam. Namun pengelola Giribangun tidak mengizinkan peziarah menginap. "Silakan berziarah atau berdoa, setelah selesai kami minta untuk segera pulang," ujar Sukirno.

Soeharto memang telah tiada, tapi nama besarnya tak ikut terkubur bersama raganya di Giribangun. Anda senang atau tidak, banyak orang mengaguminya. Banyak orang mengunjungi makamnya, masing-masing dengan tujuan mereka. (mbr/asy)


Berita Terkait