"Guantanamo tindakan yang tepat, tapi lebih tepat lagi kalau dia (Obama) mengubah cara pandangnya terhadap Palestina," kata Ketua MPR Hidayat Nurwahid kepada wartawan di Gedung MPR, Senayan, Jakarta, Selasa (27/1/2008).
Sikap Obama itu, puji Hidayat, adalah sikap yang cukup berani untuk menciptakan perdamaian. Akan tetapi, semangat tersebut harus berkelanjutan untuk mewujudkan perdamaian di Timur Tengah.
"Tiba-tiba Barack Obama mengkriminalkan Hamas di Jalur Gaza. Itu kan cara pandang yang tidak adil dan tidak faktual. Yang melakukan kekerasan itu Israel. Mereka datang membunuh orang-orang Arab. Mereka juga merebut tanah milik Palestina. Yang dilakukan Palestina hanya merupakan reaksi untuk mempertahankan tanahnya," kata Hidayat.
Sekarang ini, lanjut mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu, lebih dari 35 organisasi internasional akan menyeret Israel ke Mahkamah Internasional. Indonesia sendiri sedang menggalang ahli hukum internasional.
"Kalau Obama mau melakukan pendekatan baru dengan dunia Islam dan saling menguntungkan, harusnya cara pandangnya berubah. Cara pandangnya hanya mengekor kebijakan George Bush," pungkas Hidayat sambil mengatakan Presiden Palestina Mahmoud Abbas juga menolak Ibukota Israel di Jerussalem Timur.
(irw/iy)











































