Bentrok dua ormas yang terjadi selama sekitar dua jam, pukul 01.00 - 03.00 WIB, mengakibatkan 4 orang luka-luka dari kedua belah pihak.
"Ini bukan premanisme. Tapi ini kasus hukum," kata Kapolres Jakarta Selatan Kombes Pol Chairul Anwar di kantornya, Jalan Wijaya II, Jakarta, Selasa (27/1/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain mengambil langkah hukum, polisi juga mengambil langkah kekeluargaaan dengan cara memediasi kedua pimpinan kelompok tesebut. Dalam mediasi itu, kedua kelompok berjanji akan menyelesaikan kasus tersebut secara kekeluargaan, tanpa aksi balas dendam.
Bentrok ini dilatarbelakangi pemalakan handphone oleh salah satu kubu ormas. Akibat pemalakan HP ini tersiar dari mulut ke mulut hingga terjadilah bentrok. Suasana mencekam saat itu terjadi karena kedua belah pihak membawa senjata tajam, bom molotov serta lemparan batu.
Dua orang dari empat orang itu bernama Usman dan Faisal, kedua belah pihak. (nwk/nrl)











































