"Saya pusing mas. Semuanya habis," ujar Mak Nuk (57 th), seorang nenek yang rumahnya habis dilalap api.
"Cucu saya ada 22, semuanya tinggal di sini. Saya pusing memikirkan bagaimana caranya agar mereka bisa sekolah. Seragam habis terbakar, ijazah juga ada yang terbakar," ujarnya lirih.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal senada juga diungkapkan oleh Lestari (37 th), warga lain yang juga menjadi korban kebakaran. "Saya cuma ngontrak di sini mas. Saya belum tahu apakah saya yang harus membereskan semua ini, soalnya yang punya kontrakan rumahnya juga ikut terbakar. Jadi serba sulit," ungkapnya.
Sementara itu, berdasarkan pengamatan detikcom, sejumlah warga tampak mulai menggotong besi sisa-sisa kebakaran. Ada apa gerangan? "Besi kita jual saja ke tukang loak. Soalnya, sudah tidak bisa dipakai lagi," jelas Ali (47 th), seorang warga yang ikut menjual besi-besi sisa kebakaran.
Kebakaran yang melanda kawasan RT 009 dan 010 RW 04 Kelurahan Pasar Baru yang menghanguskan setidaknya 130 rumah tersebut hingga kini belum diketahui secara persis penyebabnya. Meski demikian, diduga penyebabnya beraasl dari petasan yang dimainkan seorang warga.
(alf/gah)











































