Bedug dipukul bertalu-talu, simbal pun mengiringi, membentuk alunan tetabuhan rancak bak musik yang mengiringi Barongsai.
Kembang api pun melejit menghiasi langit malam di atas Wihara Dharma Bhakti, Jalan Kemenangan 1, Glodok, Jakarta Barat, Senin (26/1/2009), begitu angka menunjukkan pukul 00.00 WIB.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Semakin malam beranjak pagi, warga Tionghoa yang datang semakin banyak. Lihat saja yang dilakukan Sukma Wijaya (67), warga Sawah Besar. Dengan sesenggam dupa yang telah dsulut dia tampak khidmat berdoa di depan tungku besar di pelataran wihara.
Setelah mengangguk-angguk beberapa kali (tanda penghormatan kepada dewa langit), lalu ia menancapkan beberapa dupa di tungku tersebut, dan sisanya ia bawa ke dalam wihara untuk sembahyang ke dewa-dewa lain.
"Berdoa semoga aman,sejahtera dan lancar usahanya", ujarnya kepada detikcom.
Doa yang serupa juga dipanjatkan Hendry, yang sengaja datang dari Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar) untuk bersembahyang di wihara ini.
"Berdoa agar sejahtera karena tahun baru bagi saya berkah," ujar dia.
Sementara Tahun Kerbau Tanah, menurut pengurus Wihara Dharma Bhakti Henky Halim, diartikan sebagai tahun kerja keras.
"Tahun Kerbau itu artinya tahun kerja keras, sama seperti watak kerbau. Kalau tahun lalu kan tahun tikus, itu artinya licik. Sedangkan arah baik yaitu ke selatan," ujar Henky.
Gong Xi Fat Choi (selamat banyak rezeki)! (nwk/nwk)










































