"Jam 4 sore masih sempat sms sama ayah, masih memberitahukan tentang nilai. Terus ayah kasih semangat," ujar Rino, anak pertama dari Mangku yang saat ini duduk di semester 6 Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan (FTPM) ITB kepada wartawan, di rumahnya, Komplek Kejaksaan Agung Blok D 11, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Minggu (25/1/2009).
Rino bercerita, keluarganya baru mendapat kabar kematian ayahnya pada sabtu 24 Januari kemarin pukul 20.00 WIB. Informasi tersebut diperoleh dari istri rekan sekantor almarhum.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya belum sempat ketemu ayah semenjak Idul Adha. Setelah liburan kuliah saya ke Jakarta, tapi ayah sudah pergi dinas. Terakhir bicara sama ayah ditelpon tentang adik yang minta izin untuk pergi menggunakan mobil," tambah Rino.
Mangku beserta istri menurut Rino baru saja merayakan hari pernikahan yang ke-21 pada tanggal 20 Januari lalu. Keluarga Mangku mengaku tidak ada firasat sama sekali mengenai kepergian Mangku.
Mangku Mukmin Mazani dikuburkan sekitar pukul 12.00 WIB di TPU Kemiri Rawamangun, Jakarta Timur. Hingga kini pelayat masih berdatangan. Kebanyakan pelayat adalah teman-teman anak almarhum.
(nov/rdf)











































