"Kalau saya, saya tidak berani, " tutur JK sambil tersenyum, ketika berbicara di peringatan Milad Muhammadiyah, di Bukit Tinggi, Sumatera Barat, Minggu (25/01/2009).
Pernyataan JK ini diungkapkan ketika pria berkumis tipis ini bercerita tentang keberanian pada tokoh nasional yang berasal dari tanah Minang. Menurut JK, para tokoh yang berasal dari tanah Minang mempunyai intelektual dan keberanian memperjuangkan gagasannya.
"Sama halnya dengan Buya Hamka, ketika beliau tidak sepaham dengan Soeharto, Hamka berani mundur dari ketua MUI," ujar JK.
JK lalu menjelaskan bahwa tokoh-tokoh nasional yang berasal dari Minang dikenang karena gagasan dan intelektualannya. Beda dengan pahlawan-pahlawan nasional dari daerah lain yang lebih banyak dikenang karena memanggul senjata.
"Di daerah lain ada Sultan Hasanuddin, Teuku Umar, Pangeran Diponegoro, Pattimura, semua dikenal karena mengangkat senjata. Tapi di tanah Minang, ada Hatta, Syahrir, Agus Salim, Natsir, mereka dikenal karena mengangkat pena. Karena gagasan-gagasannya," terang Kalla.
Jusuf Kalla berada di Sumatera Barat didampingi istrinya, Muchfidah Jusuf sejak Jumat kemarin, (24/01/2009). Kalla membuka sejumlah acara diantaranya pembukaan ijtima fatwa MUI, dan menghadiri pesta adat Rang Baralek Minang. (gun/rdf)











































