Demikian Duddy Ranawijaya dalam Kolokium PPI Delft (Kopi Delft) di gedung Fakultas Mechanical Maritime & Material Engineering (3mE), Universitas Teknologi Delft (TU Delft), Delft, Belanda, Jumat (23/1/2009) sore.
Menurut Duddy, data-data menunjukkan bahwa terdapat lebih dari 40 areal cekungan sedimen di seluruh Indonesia. Sambil menunjukan peta kepulauan Indonesia berikut lokasi-lokasi cekungan sedimen, Duddy menekankan tentang masih banyaknya potensi cekungan-cekungan tersebut yang belum tergali.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rendahnya aktifitas eksplorasi ini disebabkan oleh aktifitas eksplorasi migas di Indonesia jalan di tempat (stagnan), karena iklim bisnis eksploitasi tidak kondusif, yang pada gilirannya mengakibatkan riset di bidang ekporasi ini kurang.
Dijelaskan bahwa aktifitas eksplorasi bukanlah aktifitas yang mudah dilakukan. Eksplorasi membutuhkan biaya besar, teknologi mutakhir, serta tenaga ahli di lapangan yang andal.
"Dan untuk ketiga hal itu potensi lokal kita masih kalah dengan apa yang bisa disediakan oleh perusahaan-perusahaan multinasional," tandas Duddy.
(es/es)











































