Pantauan detikcom, Minggu (25/1/2009), para pengemis itu tampak menggunakan payung dan kain-kain untuk melindungi wajah mereka dari sengatan matahari. Kebanyakan dari mereka adalah ibu-ibu. Sejak pukul 06.00 WIB mereka sudah berdatangan dengan mengajak anak-anak mereka.
Salah seorang dari mereka, Hartati(43), mengaku datang dari Tangerang. Ia mengajak anaknya yang baru berumur 2,5 tahun. Hartati berharap mendapatkan angpao banyak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu peminta-minta yang lain, Eni (38), datang bersama 3 anaknya. Ini bukan tanpa tujuan. Dia sengaja mengajak mereka sebagai bentuk strategi agar bisa memperoleh lebih banyak angpao. Ia mengaku tahun dapat meraup Rp 100 ribu lebih dari pembagian angpao.
"Karena itu saya ajak adik-adiknya. Tetapi duduknya tidak sama, dipencar-pencar," ujar Eni.
Menurut pengurus kelenteng Dharma Bakti, Hengky, setiap tahunnya kelenteng ini memang ramai dikunjungi peminta-minta yang mengharapkan sedekah. "Setiap tahun memang jadi tradisi. Tahun kemarin ada 4.000 orang," jelas Hengky.
Hengky bercerita, biasanya pada saat Imlek pihak kelenteng memberikan angpao kepada masyarakat sebesar Rp 80 ribu per orang. Setiap tahun kelenteng ini juga memberikan beras kepada 175 yayasan yatim piatu dan peyandang cacat.
"Tapi kita koordinir lewat RT dan Linmas yang ada di sekitar sini," jelasnya.
(rdf/sho)











































