Namun Akbar, yang menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina Barindo Akbar Tandjung menolak dianggap sebagai pembawa kisruh di Barindo. Menurutnya, permintaan Munas adalah aspirasi daerah yang menginginkan adanya pertemuan tingkat nasional sebagai ajang konsolidasi.
"Dari 31 provinsi, lebih dari 20 provinsi menginginkan adanya Munas. Jadi tidak ada yang aneh kan," tukas Akbar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kabarnya, dalam munas tersebut akan diadakan pemilihan ketua umum, yang kandidatnya antara lain, Gubernur Bangka-Belitung Eko Maulana Ali, Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo dan pejabat sementara (Pjs) Gubernur Jawa Timur Mayjen (pur) Setia Purwaka.
Sebelumnya, pendiri Barindo, M Yasin meminta agar Akbar Tandjung menghentikan rencana Munas Barindo yang akan berlangsung 30 Januari sampai 1 Februari. Alasan mantan Sekjen Watanas yang kini jadi Ketua Umum Pakar Pangan, munas yang akan memilih Ketua Umum DPP Barindo itu akan menimbulkan perpecahan di tubuh
organisasi.
Dan soal kepengurusan Barindo dianggap Yasin tidak ada masalah. Karena saat ini sudah dijalankan olej presidium yang terdiri dari 7 orang. Barindo merupakan organisasi yang terbentuk sejak tahun 1996. Para anggota
umumnya bekas tim sukses SBY saat Pemilu 2004. (djo/djo)










































