Ini kali pertama HIV/AIDS ditemukan pada balita di NTB. Saat ini, NTB termasuk lima besar provinsi dengan peningkatan kasus HIV/AIDS tinggi di Indonesia.
Delapan balita ini teridentifikasi sepanjang tahun 2008. Mereka kini dalam pengawasan dan pemantauan ketat Sekretariat Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi NTB.
"Mereka terjangkit karena orang tua mereka positif menderita HIV/AIDS,’’ terang Rohmi Khoiriyati, Ketua Sekretariat KPA NTB, Jumat (24/1/2009).
Tiga balita menderita HIV. Sementara lima orang balita menderita AIDS. Seorang balita berusia satu tahun asal Lombok Barat, bahkan kini masih dirawat di klinik perawatan HIV/AIDS milik Pemprov di Mataram.
"Perkembangan HIV/AIDS di NTB kini terus meningkat tiap tahun. Perkembangan ini mengkhawatirkan," ujar Rokhmi.
Tahun 2007 lalu, penderita HIV di NTB masih 122 orang. Namun kini sudah menjadi 137 orang. Sementara kasus AIDS tahun 2007 hanya 57 kasus. Tapi kini menjadi 83 kasus.
Terpisah, Staf Khusus Menter Koordinator Kesejahteraan Rakyat, Lalu Mara Satriawangsa, Jumat di Mataram, mengatakan, Kementerian Kesra kini mencatat NTB berada pada posisi lima besar, daftar provinsi dengan perkembangan HIV/AIDS tertinggi di Indonesia. Provinsi tertinggi masih Papua.
Ia menegaskan, perkembangan HIV/AIDS di NTB yang demikian besar, bukan lagi andil perilaku seks bebas. Namun didominasi oleh penggunaan jarum suntik yang terkait dengan penyalahgunaan narkoba. (djo/djo)











































