Suap di Kepolisian Isu Lama

Pengacara Tifatul Tertipu

Suap di Kepolisian Isu Lama

- detikNews
Sabtu, 24 Jan 2009 13:59 WIB
Suap di Kepolisian Isu Lama
Jakarta - Kebiasaan suap-menyuap dalam penanganan sebuah kasus di kepolisian merupakan isu lama. Namun untuk membuktikannya bukan perkara mudah.

"Memang ada isu seperti itu di lingkungan kepolisian, tapi kita sangat sulit untuk membuktikan laporan itu," ujar ketua Indonesian Police Watch (IPW) Neta S Pane saat dihubungi detikcom, Sabtu (24/1/2009).

Sebelumnya, pengacara Presiden PKS Tifatul Sembiring, M Anwar Junaedi mengaku mentransfer uang kepada seseorang yang mengaku-ngaku sebagai Kepala Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Zulkarnain. 'Zulkarnain' yang berhubungan dengan Junaedi itu berkomunikasi dengan pengacara Tifatul itu melalui sms.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam sms-nya, 'Zulkarnain' meminta uang pelicin Rp 10 juta agar SP3 kasus yang menimpa Tifatul segera keluar. Junaedi pun menyetujuinya.

Kasus ini terbongkar saat Junaedi memberitahu Zulkarnain asli jika uang telah dikirim. Zulkarnain pun terkaget-kaget. Barulah Junaidi merasa tertipu.

Menurut Neta, pihaknya juga telah beberapa kali menerima pengaduan seperti ini. Namun saat akan ditelusuri, pihaknya justru menemui kesulitan dari korban yang melapor.

"Mereka umumnya ketakutan," jelas Neta.

Contohnya, IPW pernah akan menindaklanjuti laporan sebuah keluarga yang merasa dirugikan. Saat akan dilapor ke Propam, pihak keluarga menarik diri.

"Alasannya takut anaknya di sel justru dianiaya," kata Neta.

Biasanya korban akan melapor jika keinginan mereka tidak sesuai. Namun jika sesuai, mereka umumnya akan diam. "Ketika berhasil tutup mulut, ketika tidak mereka berkoar," pungkasnya. (mok/djo)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads