JK: Krisis Global Tak Berdampak pada Pendidikan

JK: Krisis Global Tak Berdampak pada Pendidikan

- detikNews
Sabtu, 24 Jan 2009 11:29 WIB
JK: Krisis Global Tak Berdampak pada Pendidikan
Padang - Wapres Jusuf Kalla mengatakan krisis global tidak berdampak pada sektor pendidikan. Hal ini karena anggaran pendidikan berdasarkan pada persentase.

"Krisis global tentunya tidak akan berdampak pada sektor pendidikan karena anggaran pendidikan dalam APBN 2009 sudah fix persentase," kata JK.

Demikian disampaikan JK saat orasi ilmiah di Universitas Muhammad Hatta, Padang, Sumatera Barat, Sabtu (24/1/2009).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

JK mencontohkan misalnya, anggaran pendidikan Rp 1.000 maka jatahnya Rp 200. Jika anggaran Rp 500 maka jatahnya Rp 100. "Dan tidak akan berubah-ubah, tetap 20 persen," ujarnya.

Menurut dia, gaji guru dan dosen akan naik pada bulan Januari. Bahkan, gaji guru besar akan lebih tinggi dari gaji gubernur.

"Tetapi gubernur banyak proyeknya. Rejekinya di situ. Itu rejeki tamu," ujar JK sambil tertawa. Hadirin pun tertawa.

Meskipun mendapat proyek-proyek, kata JK, bupati dan gubernur sering didemo. "Tuhan memang adil," kata JK sambil terus tertawa.

Dikatakan dia, universitas yang baik adalah selalu memberikan solusi bagi pendidikan.

Dalam kesempatan itu, JK menyinggung seputar pidato Presiden AS Barack Obama.

"Pidato Obama mengejutkan orang yang mengatakan pendidikan di Amerika harus diubah supaya bisa mengejar Cina dan India. Apa yang salah dengan pendidikan Amerika," kata dia.

JK menambahkan, setelah sekian tahun pendidikan Amerika terutama di bidang matematika dan fisika mulai kalah dengan Cina dan India.
Di perusahaan Silicon Valley, tempat IT didominasi oleh orang-orang Cina.

Selain itu, lanjut dia, di negara Asia kebebasan pendidikan lebih tinggi daripada yang diajarkan di Amerika.

"Di Indonesia juga mengalami kemunduran karena kedisiplinan yang kurang. Makanya sejak 2 tahun lalu, saya mengatakan pentingnya ketegasan dalam pendidikan, termasuk dalam kelulusan ujian nasional yang harus diperbesar," papar dia. (aan/djo)


Berita Terkait