Yasin Minta Akbar Tandjung Tak Gelar Munas Barindo

Yasin Minta Akbar Tandjung Tak Gelar Munas Barindo

- detikNews
Jumat, 23 Jan 2009 22:11 WIB
Jakarta - Pendiri Barisan Indonesia (Barindo) M Yasin meminta agar Akbar Tandjung yang menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina untuk menghentikan Musyawarah Nasional (Munas) Barindo. Alasannya, Munas yang akan memilih Ketua Umum DPP Barindo itu akan menimbulkan perpecahan di tubuh organisasi.

"Munas belum diperlukan saat ini. Saya tetap Ketua Umum yang sah dan
pendiri Barindo. Jangan sekali-kali melupakan sejarah," kata Letjen (Purn) M Yasin dalam jumpa pers di DPP Barindo, Jl Proklamasi, Jakarta Pusat, Jumat (23/1/2009).

Yasin yang juga menjabat Ketua Umum DPN Partai Karya Perjuangan (Pakar Pangan) itu mengaku tidak tahu persis siapa yang awalnya menghembuskan isu jelaskan, dirinya tidak mengetahui secara persis siapa yang menghembuskan isu akan dilakukan Munas tersebut. Hanya saja dirinya menerima salinan berita di salah satu media massa yang menyebutkan Akbar Tanjung akan menyelenggarakan Munas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tapi, ketika saya konfirmasi kembali, katanya Pak Akbar tidak mengatakan itu. Siapa yang benar saya tidak tahu," ungkap mantan Sekjen Wantannas tersebut.

Yasin menegaskan, dirinya dan Akbar Tandjung tidak ada konflik apapun. Hanya saja Dewan Pembina diingatkan tidak memiliki hak untuk mengusulkan Munas.

"Pak Akbar dipilih sebagai Ketua Dewan Pembina Barindo secara aklamasi. Jadi Pak Akbar masuk karena saya," aku mantan tim sukses SBY-JK pada Pilres 2004 silam.

Yasin mengatakan, Barindo adalah organisasi masyarakat yang bersifat independen, tidak terikat atau mengikatkan diri pada organisasi politik atau partai politik mana pun. Karena itu, latar belakang parpol tidak boleh dijadikan alasan untuk menghalangi seseorang untuk memimpin organisasi Barindo.

"Di Barindo latar belakang politik pengurusnya bermacam-macam, ada yang Golkar, PDK, Gerindra, Demokrat dan lain-lain. Pilihan politik itu bebas-bebas saja, dan itu tak boleh dijadikan alasan untuk menjadi pimpinan Barindo," tandasnya.

Diakui Yasin, selama ini Barindo tetap berjalan dengan dikendalikan presidium. "Selama ini kepemimpinan Barindo memang masih dijalankan presidium yang beranggota tujuh orang. Sebelum saya pensiun, mereka itu memiliki kewenangan pengambilan keputusan secara kolektif kolegial," ujarnya.

Untuk itu, Yasin meminta agar jajaran Barindo tetap solid dan tidak terpengaruh soal wacana Munas. Seperti diberitakan sebelumnya, sejumlah pengurus daerah Barindo menyiapkan acara Munas Barindo akan digelar di Yogyakarta pada 30 Januari hingga 1 Februari 2009.

Menjelang Munas, sejumlah nama lain bermunculan sebagai kandidat Ketum
Barindo. Mereka adalah Gubernur Bangka-Belitung yang juga tokoh pendiri Barindo Bangka-Belitung Eko Maulana Ali, Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo dan pejabat sementara (Pjs) gubernur Jawa Timur Mayjen (pur) Setia Purwaka. (ddg/ken)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini