KNKT Periksa Syahbandar Samarinda

KM Teratai Prima Tenggelam

KNKT Periksa Syahbandar Samarinda

- detikNews
Jumat, 23 Jan 2009 17:38 WIB
KNKT Periksa Syahbandar Samarinda
Samarinda - Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) melakukan penyelidikan di kantor Administrasi Pelabuhan (Adpel) Syahbandar Samarinda. Langkah ini terkait insiden tenggelamnya KM Teratai  Prima di perairan Majene Sulawesi Barat, 11 Januari lalu.

"Kami baru hari ini di Samarinda dan masih mengumpulkan data dan informasi terkait kapal itu," kata koordinator tim investigasi KNKT, Hermanu Karmoyono, kepada detikcom di kantor Adpel Syahbandar, Jl Yos Sudarso, Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim), Jumat (23/1/2009).

Tim KNKT ini tiba di Adpel Syahbandar Samarinda sejak 13.30 Wita. Mereka memintai keterangan Kasi Penjagaan dan Keselamatan Adpel Syahbandar Samarinda Helmin. Proses pemeriksaan berjalan sekitar 4 jam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelumnya, tim KNKT mendatangi lokasi perakitan dok KM Teratai Prima I di Kecamatan Samarinda Seberang. KM Teratai Prima I diketahui memiliki spesifikasi hampir menyamai KM Teratai Prima yang naas tersebut. Di
lokasi perakitan tersebut, KNKT mendokumentasikan gambar KM Teratai Prima I dan spesifikasinya.

"Ya memang benar kami juga ke lokasi perakitan. Kami lakukan verifikasi data yang kami terima dan kondisi sebenarnya di lapangan," ujar Hermanu ketika dikonfirmasi.

Kendati demikian Hermanu enggan membeberkan data dan informasi yang diperoleh timnya. Hermanu beralasan, hal itu bersifat rahasia. Data ini nantinya akan diserahkan kepada tim verifikasi KNKT untuk kemudian menyimpulkan ada tidaknya keterkaitan spesifikasi kapal terhadap risiko pelayaran kapal.

"Sekali lagi kami di sini hanya mengumpulkan data-data. Nanti ada tim KNKT yang mengolah data-data ini," terang Hermanu.

Informasi yang dihimpun detikcom menyebutkan, Adpel Syahbandar Samarinda turut diperiksa KNKT menyusul sertifikasi keselamatan pelayaran yang dikeluarkan lembaga tersebut bagi KM Teratai Prima.

Pada sertifikasi tersebut tercatat spesifikasi kapal bermesin 2x520 Pk atau jauh lebih rendah dari spesifikasi sebenarnya, yakni 2x1.500 Pk. Rendahnya spesifikasi mesin ini diperkirakan sebagai salah satu sebab KM Teratai Prima tenggelam saat dihantam gelombang tinggi.

Saat ditanya mengenai hal ini, Kasi Penjagaan dan Keselamatan Adpel Syahbandar Samarinda, Helmin, menolak berkomentar. "Nanti dulu komentarnya," kata Helmin. (djo/djo)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads