Kasus penipuan diungkapkan Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Zulkarnain di Polda Metro Jaya, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Jum'at (23/1/2009).
Ceritanya, pukul 10.00 WIB pagi tadi, Anwar mendapat pesan singkat (SMS) dari seseorang yang mengaku sebagai Zulkarnain lewat nomor 081574749xxx. Dalam SMS itu, pelaku menawarkan akan segera mengeluarkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) kasus Tifatul apabila mentransfer uang Rp 10 juta ke rekening bank BNI.
Anwar kemudian menyimpan nomor tersebut sebagai Zulkarnain. Anwar kemudian menyarankan untuk memberikan uang tersebut secara tunai, namun pelaku menolak.
"Jangan, ditransfer saja, karena polisi tidak terima uang tunai,"kata Zulkarnain menirukan cerita Anwar.
Anwar kemudian menyetujui untuk mentransfer uang tersebut. Tidak berapa lama, Anwar kemudian mendapatkan SMS dari nomor yang sama dan meminta agar uang itu ditransfer melalui bank BCA.
Dikatakan Zulkarnain, Anwar kemudian menyetujuinya. Setelah salat Jumat, Anwar kemudian mentransfer uang tersebut di bank BCA di gedung Indocement. Anwar sempat bertanya ke petugas bank, pemilik nomor rekening tersebut.
"Di situ tertera namanya Kompol Haryanto dan alamatnya di Solo," kata Anwar.
Tanpa ada kecurigaan, Anwar kemudian bergegas ke Polda Metro Jaya untuk menemui Zulkarnain. Setibanya di Polda Metro, dikatakan Zulkarnain, Anwar sempat menelepon Tifatul.
"Pak, saya di Polda, mau ambil SP3," kata Zulkarnain menirukan suara Anwar ketika menelepon Tifatul.
Sekitar pukul 14.00 WIB, Anwar tiba di kantor Zulkarnain. Setelah bertemu dengan Zulkarnain, dia langsung memberitahu Zulkarnain bahwa uang pelicin tersebut telah dikirimnya.
Zulkarnain seketika kaget. "Uang apa?"kata Zulkarnain.
Anwar yang melihat reaksi Zulkarnain kaget juga karena Zulkarnain tidak ngeh. Lalu Anwar menunjukkan SMS yang diterimanya kepada Zulkarnain.
"Itu bukan nomor saya pak," kata Zulkarnain di hadapan Anwar dan sejumlah wartawan Polda yang kebetulan sedang berada di ruangannya.
Zulkarnain kemudian menunjukkan nomornya kepada Anwar. Bahkan dirinya menyatakan berani diadukan ke Bidang Profesi dan Pengaman (Propam) Polda Metro. Dan Anwar pun terlihat kaget. "Oh, jadi saya tertipu dong,"keluh Anwar. (mei/iy)











































