"Tergantung sopirnya bang ada yang kita kasih Rp 3.000 diem aja, ada yang minta tambah lagi gopek," ujar Nanih (40) yang sehari-hari menggunakan angkot 03 jurusan Cililitan-Kampung Rambutan kepada detikcom di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, Jumat (23/1/2008).
Nanih berharap agar penurunan tarif angkot segera diberlakukan. Sebagai penjual kopi yang sehari-hari mangkal di dekat PGC, menurutnya uang Rp 500 atau seribu lumayan berarti.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu Dodi, warga Cijantung, Jakarta Timur, mengaku selalu menyiapkan uang pas jika naik angkot.
"Siapin aja Rp 2.000, kalo ngasih uang Rp 5.000 nanti dikembaliin cuma Rp 2.500 atau Rp 2.000," ujar pegawai toko sepatu ini.
Hal senada juga disampaikan Nina (19) pegawai swasta yang sehari-hari menggunakan Kopaja 57, Jurusan Kampung Rambutan Blok M. Menurutnya kadang-kadang kernet Kopaja tidak memberikan kembalian Rp 500.
"Suka dibilangin diikhlasin ya mbak. Kalau saya minta lagi kernetnya malah melotot terus ngedumel. Jadinya males minta kembalian," jelas Nina. (fiq/anw)











































